Google

Sabtu, 22 Maret 2008

Tingkat Bahaya Radiasi Ponsel

Radiasi yang timbul karena pemakaian ponsel kerapkali dituding sebagai penyebab berbagai masalah kesehatan. Bahkan beberapa penelitian menyatakan, radiasi ponsel bisa mengakibatkan penyakit serius semacam kanker atau gangguan otak tertentu. Meskipun ada juga penelitian yang membantah hal tersebut.Untuk meminimalisir bahaya yang mungkin terjadi karena pengaruh radiasi ponsel, berikut tips jitunya seperti diramu detikINET dari EMF-Health, Jumat (15/2/2008).
Batasi pemakaian ponsel hanya pada panggilan yang penting-penting saja dan bicaralah dengan singkat. Ingatlah bahwa pembicaraan via ponsel yang terlalu lama, apalagi sampai berjam-jam disinyalir mempunyai beberapa dampak buruk terhadap kesehatan. Namun jika Anda memang harus melakukan panggilan yang lama, disarankan untuk memakai handsfree untuk keamanan.
  1. .Anak-anak di bawah umur seharusnya hanya diperbolehkan memakai ponsel dalam keadaan darurat saja. Mengingat mereka masih dalam tahap perkembangan, bahaya radiasi bisa bertambah parah.
  2. Jika memakai ponsel tanpa handsfree, tunggulah sampai panggilan benar-benar terkoneksi sebelum menaruh ponsel di telinga untuk melakukan pembicaraan.
  3. Minimalisir pemakaian ponsel di ruang tertutup dengan bahan logam atau baja, misalnya di dalam mobil. Dalam ruangan seperti ini, ponsel harus bekerja keras menstabilkan koneksi sehingga radiasi meninggi. Selain itu, ada kemungkinan radiasi memantul kembali ke pengguna di ruangan yang didominasi bahan baja.
  4. Minimalisir penggunaan ponsel ketika kekuatan sinyal hanya satu bar atau kurang. Dalam kondisi ini, ponsel juga harus bekerja keras untuk menstabilkan koneksi sehingga radiasi bertambah besar.
  5. Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah. Level SAR adalah ukuran kuantitas frekuensi radio yang diserap tubuh manusia. Semakin rendah levelnya, semakin baik untuk meminimalisir radiasi. Anda bisa mendapat informasi mengenai SAR ini di buku panduan atau surfing di internet.

Kamis, 13 Maret 2008

Ayat Ayat Cinta .... (sebuah refleksi)

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit
bila keyakinanku datangkasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung ku pertaruhkan
maafkan bila ku tak sempurnacinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuhseakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud
bila keyakinanku datangkasih bukan sekedar cintapengorbanan cinta yang agung ku pertaruhkan
ketika ku bersujud

lirik di atas adalah lirik lagu ayat-ayat cinta .. Yah sekarang telah terjadi sebuah fenomena ayat-ayat cinta. Baik buku maupun filmnya saat ini telah menjadi the best. Ayat - ayat cinta saat ini telah menjadi sebuah perbincangan hangat, sebuah kisah menyentuh yang merupakan penggambaran dari kehidupan manusia. Sebuah kisah yang apabila kita cerna secara akal tak akan mungkin terjadi.
Banyak pesan yang bisa diambil dari kisah ayat-ayat cinta. Banyak hal yang bisa diambil dari kisah ini ....
Kisah apakah itu .... silahkan baca novelnya dan tonton filmnya

(klik judul di atas untuk membaca novelnya)

Menyikapi Susu Formula Bayi yang Terkontaminasi Enterobacter Sakazakii

Belakangan ini masyarakat resah karena beredarnya hasil penelitian Dr. Sri Estuningsih dari Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), yang mengungkapkan sebanyak 22,73 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) yang dipasarkan antara April-juni 2006 telah terkontaminasi Enterobacter sakazakii, yang menghasilkan enterotoksin tahan panas dan menyebabkan enteritis (peradangan saluran cerna), sepsis (infeksi peredaran darah otak) dan meningitis (infeksi pada lapisan urat saraf tulang belakang dan otak) pada bayi mencit.
Center for Disease Control and Prevention Amerika Serikat melaporkan terjadi infeksi fatal yang disebabkan bakteri ini pada bayi baru lahir yang dirawat di ICU. Selain bayi yang dirawat Di ICU, bayi dengan berat lahir rendah dan bayi premature yang dirawat di ruang khusus (tidak mendapat ASI dari ibunya karena dirawat di ruang khusus) juga mempunyai risiko yang lebih besar untuk terinfeksi bakteri ini bila diberikan susu formula yang tidak steril.
Tahun 2005 World Health Assembly (WHA) mengeluarkan resolusi agar WHO dan FAO menyiapkan pedoman, pesan edukasi dan pelabelan produk tentang penyiapan dan penanganan susu formula terkait dengan adanya kemungkinan cemaran mikroba E. sakazakii pada susu formula.
Yang perlu kita cermati di sini bahwa susu formula bayi bukanlah produk steril, sehingga dalam penggunaannya serta penyimpanannya perlu perhatian khusus untuk menghindari kejadian infeksi karena mengkonsumsi produk tersebut.
Berikut beberapa saran untuk mengurangi risiko infeksi:
Buat susu dalam jumlah yang cukup untuk satu kali minum
Setelah dibuat, susu harus segera diminum
Jangan menyimpan susu yang telah dibuat lebih dari 4 jam (misalnya disimpan dalam tas selama bepergian)
Jaga kebersihan botol dan dot dengan merebusnya setelah dicuci
Apabila dalam menyiapkan susu kita selalu melakukan upaya untuk mencegah perkembang biakan bakteri, maka kemungkinan anak sakit akibat terinfeksi bakteri dalam susu sangat kecil, dikarenakan jumlah bakteri yang ada tidak cukup untuk mengakibatkan sakit (jangan lupa, kita hidup berdampingan dengan bakteri yang berada disekeliling kita).
Satu hal lagi yang perlu kita ingat adalah, makanan terbaik untuk bayi adalah air susu ibu. Jadi usahakan untuk hanya memberikan ASI dalam 6 bulan pertama kehidupan si kecil. Allah Maha Besar, ASI bebas dari cemaran mikroba, selama si ibu tidak mengidap penyakit yang berbahaya seperti HIV AIDS.
Jadi Wikimuers, sepertinya tidak ada alasan bagi kita untuk resah terhadap hasil penelitian tersebut, walaupun sebagai masyarakat kita tetap mengharapkan pemerintah selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melindungi masyarakat dari produk-produk yang berbahaya.
Disarikan dari berbagai sumber

Selasa, 04 Maret 2008

Bekam : teknik pengobatan secara ISLAMI

masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa lebih mengenalnya dengan nama ngekop (berasal dari bahasa Inggris = cupping).

Dalam ilmu kedokteran Islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan / penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.

Bekam merupakan pengobatan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda : "Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas." (Hadist Bukhori).

Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan, sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser.

Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, "Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan."

Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu tahun untuk berpuasa (di bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani


Habbatusauda : Obat Segala Penyakit

Kalangan medis menolak keras adanya sebuah herba yang bisa menyembuhkan penyakit. Tapi, ketika ilmuwan muslim melakukan uji klinis dan menyimpulkan hasilnya, mereka baru mengakui kebenarannya tersebut.

Rasullulah SAW bersabda: "Hendaklah kamu menggunakan habatussauda karena sesungguhnya padanya terdapat penyembuhan bagi segala penyakit kecuali mati." (HR. Abi Salamah dari Abi Huraiah r.a)

Habatussauda adalah biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun yang lalu dan digunakan secara luas oleh masyarakat India dan Timur Tengah untuk mengobati berbagai macam penyakit. Nigella Sativa Semen adalah biji dari Nigella Sativa yang dapat mereproduksi dengan sendirinya, di mana biji-biji tersebut sebelumnya berwarna putih kemudian setelah matang akan berwarna hitam (Nigella).

Nigella Sativa Semen telah diketahui dengan beberapa nama yang sangat bervariasi diberbagai tempat, antara lain Black Caraway, Black Cumin (Kalaonji), Black Seed, Blessed Seed (Biji yang diberkati), Habbatul Barakah.

Habbatussauda bermula ditemukan di makam Tutankhamen di Yunani Kuno dimana pada saat itu raja-raja dikubur bersama-sama dengan Nigella untuk membantu diakhir hidupnya. Biji habbatussauda mengandung 40% minyak constan dan 1,4% minyak aviari, juga mengandung 15 amino acid, protein, calsium, zat besi, sodium dan pottasium. Sedangkan komposisi paling penting adalah: Thymoquinone (TQ), Dithymouinone (DTQ),Thymohydroquinone (THQ) dan Thymol (THY).

Imuniti adalah kemampuan tubuh untuk menciptakan kekebalan khusus, kuat dan sempurna untuk melawan segala unsur yang menyerang tubuh. Imuniti ini terbentuk dari jaringan limpa dan sel-sel limpa yang menghasilkan antibodi yang berfungsi menghancurkan mikroba yang menyerang tubuh yang disesuaikan dengan susunan dan sifatnya.

Sel Limpa atau Lymph Cell merupakan senjata khusus paling banyak yang selalu siap sedia menghadapi serangan apapun, termasuk menghadapi racun yang membinasakan. Sel Limpa ada dua macam: Pertama B Lymphocites yang terbentuk dalam sumsum tulang, lalu menyebar ke seluruh tubuh dan berpusat di darah dan limpa; Kedua, T-Lymphocite, terbentuk juga di sumsum tulang, sebelum tumbuh sempurna, sel ini mengarah ke thymus, kelenjar dekat tenggorokan. Setelah matang, sel terbagi menjadi tiga yaitu, The Helper T-Cell, Killer Cell Orcytoxic dan suppressor cells ts.

Gambarannya, masing-masing dari The Helper T-cell, Killer cell orcytoxic dan suppresor cell ts berusaha mengenal sel-sel yang diserang dalam tubuh, yang berarti di dalamnya ada materi-materi yang aneh dan sekaligus memusnahkannya.

Lalu, sel-sel darah putih dengan tiga jenisnya aktif menyemprotkan enzim yang berbeda-beda, menarik dan mengumpulkan sel-sel imuniti ke tempat peradangan. Jadi, setiap kali ada materi asing yang masuk ke dalam tubuh manusia, maka lymphocite cell baik B maupun T, menjadi aktif, menyebar ke seluruh tubuh dan membentuk pasukan yang banyak dari sel-sel imuniti.

Pada tahun 1986, Dr. Ahmad Al Qadhy dan rekan-rekannya melakukan penelitian di Amerika tentang pengaruh habatussauda terhadap sistem kekebalan tubuh (imuniti) manusia. Penelitian yang dilakukan dalam dua tahap itu menghasilkan kesimpulan pertama: Kelebihan prosentase The Helper T-Cell atas suppresor cells ts mencapai 55% dan ada sedikit kelebihan atas killer cell orcytoxic sebanyak 30%.

Penelitian tahap kedua dengan melibatkan 18 sukarelawan yang badan mereka terlihat sehat dan segar. Mereka dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok diberi satu gram habatussauda setiap harinya, dan kelompok lain diberi karbon. Selama empat pekan mereka mengkonsumsi habatus dan karbon yang sudah dikemas dalam butir-butir kapsul.

Hasilnya, habatus menguatkan tugas-tugas imuniti dengan tambahan prosentase The Helper T-lymphocytes cell atas supressor cell-ts. Jadi, sistem kerja habatatussauda dalam tubuh manusia adalah dengan memperbaiki, menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia terhadap berbagai penyakit.

Dalam sistem kekebalan tubuh manusia, habatussauda adalah satu-satunya tatanan yang memiliki senjata khusus untuk menghancurkan segala macam penyakit. Sebab, setelah sel paghocytosis menelan kuman-kuman yang menyerang, ia membawa bakteri antigenic ke permukaannya, kemudian menempel dengan sel lymph, untuk mengetahui bagaimana sususnan mikrobanya secara mendetil, lalu memerintahkan masing-masing sel T-lymphocytes untuk memproduksi antibodies atau sel T-spesific, khususnya adalah antigenic yang jug dibangkitkan untuk berproduksi.

Dinding sel B-Lymphocytes memiliki kurang lebih 100 ribu molekul dari antibodies yang saling bereaksi secara khusus dan dengan kemampuan yang tinggi dengan jenis khusus yang ditimbulkan oleh antigenic dalam mikroba. Antibodies menyatu dengan sel T- Lymhocytes, lalu bersama-sama dengan antigenic melawan mikroba, sehingga mikroba tidak dapat berkerja dan sekaligus bisa menghancurkannya.

Dengan demikian, kekebalan itu merupakan kekebalan khusus untuk menghadapi setiap hewan asing yang masuk ke dalam tubuh. Karena, habatussauda mempunyai kekebalan spesifik yang didapat secara otomatis, yang memiliki kemampuan berbentuk antibodies dan senjata sel serta pengurai khusus untuk setiap hewan asing yang masuk dan menyebabkan penyakit.

Menurut Dr. Al Qadhy, habatusaudah juga mempunyai kemampuan lain, seperti untuk melawan bermacam-macam virus, kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia.

"Karena itu, kami dapat menetapkan bahwa di dalam habatussauda terdapat kesembuhan untuk segala macam penyakit. Karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebahagian di antaranya untuk menyembuhkan segala penyakit," ungkap Al Qadhy.

"Kata syifa' dalam bentuk indefinitif di berbagai hadis juga menguatkan hasil kesimpulan ini, yang tingkat kesembuhannya berbeda-beda, tergantung pada kondisi sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri, jenis penyakit, sebab-sebab dan periodisasinya. Dengan bentuk keumuman lafaz dalam hadis, dapat ditafsiri sebagai suatu kesesuaian dengan berbagai pendapat di atas, yang disampaikan oleh para pen-syarh hadis," imbuhnya. (to/ath-thibb an nabawy)Habatussauda, Obat Segala Penyakit

Google